Sabtu, 08 November 2025

Cinta yang Mengalir dalam Altar Berbeda


Akulah pengelana waktu yang tak surut langkah dalam memandang.
Akulah lembayung bimbang yang berdiri di antara surya dan temaram cakrawala.
Akulah lelaki yang mencinta dalam batasan,
yang hanya mampu menatap rasa dari balik tirai doa dan ikrar yang telah lebih dulu terpatri.

Kita adalah budak hati dari genderang dewa–dewi asmara,
terpanggil oleh getaran yang tak pernah bisa dicegah,
meski takkan ada kepastian kita dapat menyatu dalam segala rasa.

Sebab pada jarimu ada ikatan suci yang membatasi,
dan pada jariku juga ada lingkar asa yang telah diucap dalam altar janji bersama.
Semesta menjadi saksi bahwa dua rasa yang saling menyapa
tidak selalu diberi izin untuk menjadi satu cerita.

Namun bukankah cinta tak selalu tentang memiliki?
Sebab terkadang, cinta justru menjadi lebih abadi
ketika ia dijalani dalam batas yang tak tergapai,
ketika ia menjadi rahasia yang hanya dipahami oleh dua dada yang mengerti arti diam.

Kita adalah sang pecinta tanpa kepastian menjadi satu dalam rasa,
namun kita tetap berjalan bersama pada garis takdir yang berbeda jalur.
Karena cinta bukan sekadar akhir cerita
melainkan perjalanan batin yang mematangkan jiwa.

Jika kelak kita menjadi dua legenda yang hanya dikenang oleh kenangan,
setidaknya kita pernah menjadi dua cahaya
yang saling memberi arti walau jarak tak mengizinkan untuk menyatu.

Dan dalam segala sunyi itu,
cinta tetap menjadi saksi —
bahwa kita pernah saling memahami lebih dalam dari sekadar kata.

 

Sabtu malam 08/11/25 (Toto Cy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar