Aku mencintaimu dengan segenap kata hati yang tidak akan pernah sirna.
Karena cinta ini bukan sekadar kesukaan yang lahir dari pandangan mata,
melainkan getar sunyi yang tumbuh dari kedalaman jiwa,
seperti akar yang mencari air bahkan di tanah paling kering sekalipun.
Aku mencintaimu bahkan sampai malam menggantikan pendar
mentari siang tadi;
sebab bagiku, rotasi waktu hanya pergiliran cahaya,
bukan pergiliran rasa.
Aku mencintaimu walau sungai sanggup menenggelamkan secawan
air;
sebab kesetiaan bukan tentang jumlah atau luasnya ruang,
melainkan tentang bagaimana tetes tetap ingin menjadi lautan,
walau ia sendiri begitu kecil, bahkan nyaris tak terlihat.
Ketika kayu terbakar, api akan menghabisinya hingga menjadi
abu,
namun biarkan aku tetap merindu meski hanya sejumput abu tersisa;
karena yang tersisa bukanlah benda, tapi kenangan,
dan kenangan adalah cenderamata dari perasaan yang pernah menjadi nyata.
Cinta ini mungkin tak selalu harus lantang,
kadang ia hanya perlu tenang,
diam, mengendap dalam kalimat yang tak diucap,
seperti air mata yang tak jatuh namun terasa basah di dalam dada.
Aku mencintaimu bukan untuk dipuji dunia,
namun agar dunia tahu,
bahwa ada satu hati yang setia,
meski seluruh semesta tampak berubah arah.
Dan itu adalah aku.
Yang tetap memilih kamu.
Sabtu malam 08/11/25 (Toto Cy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar