Sabtu, 07 Februari 2026

Ujung Gaun


Ingin kupegang ujung gaunmu,
bukan untuk menahan langkahmu,
melainkan menjaga agar debu dunia
tak berani singgah di keindahanmu.
Sebab di mataku,
kau bukan sekadar wujud yang bisa didekati,
melainkan cahaya bening
yang kupelajari dengan hati-hati.

Setiap langkahmu seperti doa yang berjalan,
meninggalkan jejak sunyi di ruang batinku.
Aku memilih berdiri sedikit jauh,
agar rasa hormat tetap lebih tinggi
daripada hasrat yang tergesa.
Mencintaimu bukan tentang menyentuh,
melainkan tentang menundukkan diri
pada batas yang kupahami dengan sadar.

Gaunmu melambai seperti fajar,
lembut, nyaris tak bersuara.
Aku hanya ingin memastikan,
bahwa dunia yang kasar
tak merobek ketenanganmu.
Jika pun tanganku mendekat,
ia berhenti pada niat,
sebab cinta yang tulus
tahu kapan harus berjarak.

Kau adalah kesucian rasa
yang tak ingin kusentuh dengan kesalahan.
Biarlah aku mencintaimu
dari tempat yang bersih,
menjaga namamu tetap utuh
dalam doa-doa yang diam.
Jika kelak takdir mempertemukan langkah,
semoga hatiku telah pantas
menyebut cintamu
tanpa menodai keindahan yang kuagungkan

____________________________________

Rindu malam Sukatani 07/02/26 (Toto Cahyoto, MH.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar