Catatan waktu yang tertinggal masih membekas dalam ingatan
yang tak pernah selesai menyusun jeda.
Kau masih menghiasi sebagian hati yang tak pernah berhenti merindu,
karena namamu adalah garis halus yang tak bisa dihapus oleh pergantian hari.
Dalam setiap pandangan ini menembus cakrawala, aku menemukan kembali
bayanganmu,
seakan jarak hanya permainan ruang yang tak mampu meruntuhkan rasa.
Kau adalah kehidupan yang terlewati tanpa pernah mati,
meski kita tak lagi berjalan pada jalan yang sama.
Ada percikan keabadian di balik langkah yang pernah berdampingan,
dan itu cukup untuk membuat semesta kecil dalam dadaku tetap menyala.
Memilikimu adalah kembang impian —
indah, rapuh, dan tak selalu bisa dipetik kapan saja.
Ada bahagia yang tumbuh dari sekadar mengingat,
ada rindu yang jatuh perlahan seperti hujan yang takut mengganggu bumi.
Kenyataannya ini hanya cinta,
dan cinta tak selalu harus memiliki ruang untuk menggenggam tanganmu.
Kadang, ia cukup menjadi pengunjung setia dalam kepala,
yang datang tanpa mengetuk, dan pergi tanpa pamit —
namun meninggalkan aroma lembut yang tak pernah pudar.
Aku menyukaimu dengan kata-kata,
karena kata adalah tempat paling aman untuk menyimpan wajahmu,
ketika dunia tak memberi izin untuk menyentuhmu.
Sabtu malam 08/11/25 (Toto Cy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar